Artikel

Home / Artikel

HIGH HEELS: HOT OR HELL??

Wanita seolah tidak bisa dipisahkan dari sepatu bertumit tinggi (high heels ). Sudah sejak lama high heels menjadi semacam must-have items wanita yang ingin terlihat stylish. Tidak hanya high heels, masih ada sepatu bertumit runcing dan tinggi (Stiletto) dan sepatu bersol terbal dan tinggi (Wedges) juga masih diminati sampai saat ini.

Memang sepatu-sepatu jenis di atas, membuat kaki terlihat lebih jenjang, bahkan membuat pemakainya terlihat lebih tinggi dan seksi.Namun tahukah Anda, sepatu-sepatu tersebut juga memberi dampak buruk bagi kesehatan kaki?

Beberapa ahli tulang belakang (orthopedist) dan ahli kaki (prodiatrist) punya alasan sendiri, mengapa sepatu model jinjit tersebut dapat menimbulkan masalah pada kaki. Menurut mereka, jika digunakan dalam waktu lama, sepatu model ini bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, selain bentuk kaki, juga bisa bermasalah pada punggung dan leher.

Inilah Alasannya:
Berjalan yang benar adalah pertama-tama tumit menginjak lantai, lalu diteruskan telapak barulah jari mendorong tubuh untuk maju. Jadi, kalau pakai sepatu bertumit tinggi misalnya, mekanisme berjalan menjadi terbalik. Kaki cenderung lebih jinjit, ujung jari menjejak lantai duluan. Bagi ahli, itu bukanlah cara berjalan yang benar, sebabnya jika dilakukan terlalu lama kaki akan terasa lebih capek, dan secara otomatis tendon kaki akan menjadi kaku sehingga tidak nyaman.

Masalah lain yang ditimbulkan yaitu nyeri punggung dan leher.Kenapa begitu? Karena ketika memakai sepatu high heels, ujung kaki depan menahan berat tubuh agar seimbang. Akibatnya terjadi tekanan berlebihan pada ujung kaki dan dapat merusak jaringan lunak kaki. Dan dapat pula menyebabkan nyeri punggung.

Tidak hanya itu, ujung depan sepatu yang runcing juga akan memperparah masalah yang terjadi, seperti menimbulkan pembengkakan ibu jari dan juga kapalan.Gesekan yang kerap terjadi antara tulang tumit dan bagian belakang sepatu juga bisa mengakibatkan benjolan pada tumit.

Hal-hal di ataslah yang menyebabkan para ahli menyarankan untuk tidak terlalu lama mengenakan high heels.Jika ingin lebih nyaman dan terhindar dari masalah di atas, sebaiknya menggunakan sepatu atau sandal bertapak rata agar lebih nyaman. Terlepas dari masalah yang ditimbulkan, sampai saat ini high heels masih terus diminati kalangan wanita. Mereka menilai sepatu bertumit tinggi lebih menunjang penampilan ketimbang sepatu biasa. Mau menggunakan High Heels, simaklah plus minusnya berikut ini.

PLUS :

  • High heels dapat mengubah sudut kaki menjadi lebih tinggi sehingga jelas-jelas menguntungkan bagi mereka yang berkaki pendek.
  • Mampu mengubah gaya berjalan. Mungkin si pemakai tidak bermaksud berjalan seksi namun bisa terlihat ‘jadi seksi’.
  • Menampilkan kaki terlihat lebih kecil.
  • Ibu jari kaki nampak lebih pendek atau tidak nampak sama sekali.
  • Nampak lebih berwibawa.
  • Otot kaki bagian bawah terlihat lebih tegas.
  • Terlihat lebih gaya dan modis.
  • Disukai pria karena nampak terlihat seksi dan cantik.

MINUS :

  • Resiko keseleo atau patah kaki lebih besar.
  • Membuat kaki menjadi sakit.
  • Saat lama berjalan atau berdiri, kaki terasa lebih kaku.
  • Bisa menimbulkan cedera pada kaki, seperti bengkak ibu jari bahkan bisa meradang.
  • Gaya berjalan jadi tidak stabil.
  • Membuat langkah lebih pendek.
  • Bisa menimbulkan kemerosotan kekuatan bagian tulang sendi terlebih pada lutut.
  • Memicu masalah pada kaki dan otot sekitarnya.
  • Menimbulkan nyeri pada bagian leher dan punggung
  • Gesekan yang kerap terjadi antara tulang tumit dan bagian belakang sepatu juga bisa mengakibatkan benjolan pada tumit.

KECANDUAN HIGH HEELS?
Bagi Anda yang sudah kecanduan high heels tidak perlu resah, semua itu bisa diatasi jika Anda bisa mengatur kapan memakai sepatu atau sandal high heels. Agar terasa lebih nyaman, Anda bisa menyiasatinya dengan cara-cara berikut ini:

  • Pijat bagian lengkung telapak kaki. Ini dapat membantu melemaskan otot yang kaku atau tegang setelah pemakaian.
  • Luruskan kaki Anda, kemudian putar-putarlah sekitar 10 kali untuk setiap kaki, agar kaki kembali menjadi lebih lentur dan kuat melangkah.
  • Berdirilah bersandar pada dinding, kaki dibuka selebar bahu. Langkahkan satu kaki ke depan dan tekuklah lutut, sementara kaki yang satu tetap lurus (lakukan bergantian).
  • Anda juga bisa melakukan pedicure sederhana di rumah. Rendam kaki pada air hangat kemudian, pijat seluruh telapak kaki gunakan BODIMATE. Perawatan ini bisa melancarkan peredaran darah pada area kaki. Oleskan ROYALE HAND and BODY LOTION untuk melembabkan kulit dan anti aging.
  • Konsumsi makanan untuk menguatkan otot2 kaki dengan CLOVER HONEY dan LIQUID ROYAL JELLY untuk mengatasi kelelahan atau stress otot pada kaki.


TIPS:
Maka dari itu, lebih baik gunakan high heelspada kesempatan-kesempatan tertentu saja, untuk menghindari cedera atau resiko pada kesehatan kaki. Dan jangan juga gunakanhigh heels terlalu lama. Jika perlu, siapkan sepatu atau sendal serep yang bukan high heels, untuk persediaan saat kaki anda mulai terasa lelah atau sakit, anda dapat menggantinya. Semakin lama pemakaiannya, pengaruh sepatu high heels akan semakin terasa tidak nyaman.

Silahkan cek:
Terpeleset dan terjatuh memungkinkan seseorang kehilangan aktivitas normalnya bersama bagian tubuh yang bernama kaki. Apa jadinya jika sampai cacat dan tidak bisa berjalan? Tetapi untungnya...

Baca lebih lanjut..
Fashion, Cantik, Keren, Sexy...jika RISIKOnya MAHAL??

GO BREAKTHROUGH

Learn More

If you can think of anything we missed, let us know by sending your mail to :
careonline@breakthrough-generation.com
or
superb.breakthrough@gmail.com